Bab VI
PEMASARAN
Pengertian
Pemasaran Menurut Philip dan Duncan
Pemasaran yaitu sesuatu yang meliputi
semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang
bersifat tangible ke tangan konsumen.
sumber
: http://organisasi.org
Hingga saat ini masih banyak orang,
termasuk beberapa eksekutif, belum bisa memahami perbedaan antara pemasaran
dengan penjualan. Padahal, sesungguhnya kedua istilah tersebut memiliki konsep
yang berbeda.
Dalam konsep penjualan, suatu
perusahaan meluncurkan produk baru. Setelah itu, perusahaan tersebut
menggunakan segala methoda penjualan untuk merayu konsumen agar membeli produk
tersebut. Setelah konsumen terbujuk, diharapkan mereka mau membeli produk
tersebut sehingga perusahaan memperoleh laba. Jadi, dalam konsep penjualan,
perusahaan mengarahkan permintaan konsumen agar sesuai dengan produk yang
dimilikinya. Hal ini berbeda dengan konsep pemasaran. Di dalam konsep
pemasaran, langkah perusahaan diawali dengan penjajakan untuk mengetahui apa
yang diinginkan atau dibutuhkan konsumen. Kemudian, perusahaan tersebut
mengembangkan sebuah produk yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan
konsumen, dari sini perusahaan mendapatkan laba. Di sini, perusahaan
menyesuaikan produk mereka untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen.
Ruang
Lingkup Pemasaran
Jika diperhatikan, pengertian pemasaran
menurut para ahli di atas, ruang lingkupnya terbatas pada bidang bisnis saja.
Namun, seiring dengan perkembangan jaman, aktivitas pemasaran tidak lagi
sekadar beruang-lingkup di bidang bisnis saja, tetapi jangkauannya telah
melebar ke berbagai dimensi yang lain. Dewasa ini, pemasaran tidak lagi
digunakan oleh koorporat bisnis saja, tetapi organisasi- organisasi sosial
kemasyarakatan atau departemen-departemen pemerintah juga menggunakannya.
William J.Stanton dan Y.Lamarto dalam
buku mereka Prinsip Pemasaran menyatakan bahwa di dalam perspektif
kemasyarakatan ini, para pemasar, apa
yang mereka pasarkan, dan potensi pasarnya semuanya memiliki dimensi yang luas.
Selain perusahaan niaga, kategori pemasar (m arketers ) dapat pula mencakup
beberapa unit sosial yang berbeda, misalnya, partai politik yang berusaha untuk
memasarkan calonnya kepada masyarakat ; direktur museum seni yang memamerkan
koleksi terbarunya untuk menarik bantuan dana dan jumlah pengunjung yang lebih
banyak; serikat buruh yang memasarkan ide-idenya kepada para anggota dan
pengelola perusahaan; dan para profesor yang berusaha membuat mata kuliah
mereka menarik minat mahasiswa.
Sebagai tambahan untuk serangkaian item
yang biasanya dianggap sebagai produk dan jasa,apa yang dipasarkan bisa
mencakup gagasan-gagasan, seperti mengurangi polusi atau menyumbang Palang
Merah; manusia, seperti pelatih sepak bola yang baru atau calon politisi; tempat,
seperti lokasi untuk pabrik/industri atau tempat untuk berlibur.
Dalam artian,pasar mencakup pengertian
yang lebih luas dan tidak hanya terbatas pada konsumen langsung dari produk,
jasa dan ide-ide. Sebagai contoh, pasar sebuah universitas negeri mencakup
pembuat undang-undang ( legislator ), pihak yang menyediakan dana, masyarakat
yang tinggal dekat kampus yang mungkin terpengaruh oleh kehidupan kampus, dan
alumni. Pasar sebuah perusahaan bisnis mencakup badan-badan pemerintahan,
pencinta lingkungan dan juru taksir pajak daerah.
Pada
dasarnya pasar dibagi dalam beberapa golongan yaitu sebagai berikut :
1. Berdasarkan Wujudnya
Menurut
wujudnya pasar dibedakan menjadi pasar konkret dan pasar abstrak
o Pasar Konkret
(pasar nyata) merupakan pasar yang menunjukkan suatu tempat terjadinya hubungan
secar langsung (tatap muka) antara pembeli dan penjual. Barang yang
diperjualbelikan pun berada di tempat tersebut. Misalnya pasar-pasar
tradisional dan swalayan
o Pasar Abstrak
(tidak nyata) merupakan pasar yang menunjukkan hubungan antara penjual dan
pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung, barangnya tidak secara
langsung dapat diperoleh pembeli. Misalnya, pasar modal di Bursa Efek
Indonesia.
2. Berdasarkan Waktu
Terjadinya
Menurut
waktu terjadinya pasar dibedakan menjadi pasar harian, pasar mingguan, pasar
bulanan, pasar tahunan, dan pasar temporer.
·
Pasar Harian merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap hari. Misalnya
pasar pagi, toserba, dan warung-warung
·
Pasar mingguan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu minggu
sekali. Misalnya pasar senin atau pasar minggu yang ada di daerah pedesaan
·
Pasar bulanan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan
sekali. Dalam aktivitasnya bisa satu hari atau lebih. Misalnya, pasar yang
biasa terjadi di depan kantor-kantor tempat pensiunan atau purnawirawan yang
mengambil uang tunjangan pensiunannya tiap awal bulan.
·
Pasar tahunan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu tahun
sekali. Kejadian pasar ini biasanya lebih dari satu hari, bahkan bisa mencapai
lebih dari satu bulan. Misalnya Pekan Raya Jakarta, pasar malam, dan pameran
pembangunan.
·
Pasar temporer merupakan pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu
yang tidak tentu (tidak rutin) pasar ini biasanya terjadi pada peristiwa
tertentu. Misalnya pasar murah, bazar, dan pasar karena ada perayaan
kemerdekaan RI.
3. Berdasarkan Luas
Jangkauannya
Menurut
luas jangkauannya pasar dibedakan menjadi pasar lokal, pasar nasional, dan
pasar internasional.
·
Pasar lokal merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari
berbagai daerah atau wilayah tertentu saja.
·
Pasar nasional merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari
berbagai daerah atau wilayah dalam suatu negara. Misalnya, pasar kayu putih di
Ambon dan pasar tembakau di Deli.
·
Pasar internasional penjual dan pembeli dari berbagai negara. Misalnya pasar
tembakau di Bremen Jerman.
4. Berdasarkan Hubungannya
Dengan Proses Produksi
Menurut
hubungannya dengan proses produksi pasar dibedakan menjadi pasar output dan
pasar input.
·
Pasar output (pasar produk) merupakan pasar yang memperjualbelikan
barang-barang hasil produksi (biasanya dalam bentuk jadi).
·
Pasar input (pasar faktor produksi) merupakan interaksi antara permintaan dan
penawaran terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada suatu proses produksi
(sumber daya alam, berupa bahan tambang, hasil pertanian, tanah, tenaga kerja,
dan barang modal).
5. Berdasarkan Strukturnya
(Jumlah Penjual Dan Pembeli)
Berdasarkan
strukturnya, pasar dibedakan menjadi sebagai berikut.
·
Pasar persaingan sempurna merupakan ebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan
pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga
terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan
permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi
harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang
dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan.
Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu
barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu,
promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.
·
Pasar persaingan tidak sempurna, yang terdiri atas
1.
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein,
menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang
menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau
sering disebut sebagai “monopolis”. Sebagai penentu harga (price-maker),
seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan
jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi,
semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian,
penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila
penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha
mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih
buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).
2.
Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang
dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua
tetapi kurang dari sepuluh.
3.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian
yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung
dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan,
pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan
untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
4.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan
perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga
perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk
menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas,
sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan
praktek oligopoli menjadi tidak ada.
5.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki
capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil,
dan industri kertas.
6.
Pasar persaingan monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat
banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam
beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap
produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya
dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun
fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk
yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan
aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
7.
Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga
walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli.
Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan
ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain,
dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya,
pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat
homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda
motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha
memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya
tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.
8.
Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak
penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam
benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun
dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh
karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif
mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.
9.
Pasar monopsoni bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi
permintaan atau pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam
menentukan harga. Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu bentuk
interaksi antara permintaan dan penawaran di mana permintaannya atau pembeli
hanya satu perusahaan.
Contoh yang ada di
Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli
alat-alat kereta api.
10. Pasar ologopsoni
adalah bentuk pasar dimana barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan
banyak perusahaan yang bertindak sebagai konsumen. Contoh Telkom, indosat,
Mobile-8, excelcomindo adalah beberapa perusahaan pembeli infrastruktur
telekomunikasi seluler.
Konsep
inti pemasaran
KEBUTUHAN
Konsep dasar yang melandasi pemasaran
adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia adalah pernyataan dari rasa
kahilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan
manusia yang kompleks tersebut karena ukan hanya fisik (makanan, pakaian,
perumahan dll), tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri, sosialisasi,
penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat konsumen,
bila tidak puas consumen akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan
kebutuhan tersebut.
KEINGINAN
Bentuk kebutuhan manusia yang
dihasilkan oleh budaza dan kepribadian individual dinamakan keinginan.
Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan mereka
atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik. Masyarakat
yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada
keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang
bisa memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menenbus
keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya.
Contoh : manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut
terhgantung dari budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi
kebutuhan makannya dengan gudeg, orang Jepang akan memuaskan keinginannya
dengan makanan sukayaki dll.
PERMINTAAN
Dengan keinginan dan kebutuhan serta
keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya manusia menciptakan permintaan akan
produk atau jasa dengan manfaat yang paling memuaskan. Sehingga muncullah
istilah permintaan, yaitu keinginan menusia akan produk spesifik yang didukung
oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.
PRODUK
(Organisasi, jasa, ide)
Sejalan dengan munculnya kebutuhan,
keinginan dan permintaan, perusahaan berusaha keras untuk mempelajarinya,
mereka melakukan riset pemasaran, mengamati perilaku konsumen, menganalisis
keluhan yang dialami konsumen, mencari jawaban produk atau jasa apa yang sedang
disukai atau bahkan produk apa yang tidak disukai, dan lain-lain. Dengan
kegiatan diatas, akhirnya perusahaan dapat menawarkan segala sesuatu kepada
pasar untuk diperhatikan, untuk dimiliki atau dikonsumsi sehingga konsumen
dapat memuaskan kebutuhan sekaligus keinginannya, sesuatu itu disebut produk.
Produk tidak hanya mencakup obyek fisik, tetapi juga jasa, orang, tempat,
organisasi ataupun gagasan. Contoh : perusahaan manufaktur menyediakan : barang
(komputer, monitor, printer), jasa (pengiriman, pemasangan, pelatihan,
perbaikan, dan pemeliharaan).
NILAI
PELANGGAN
Karena semua perusahaan berusaha
menwarkan produk dan jasa yang superior, maka konsumen dihadapkan pada pilihan
yang beraneka ragam. Konsumen membuat pilihan pembeli berdasarkan pada persepsi
mereka mengenai nilai yang melekat pada berbagai produk dan jasa ini. Nilai
bagi pelanggan adalah selisih antara nilai total yang dinikmati pelanggan karen
memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya total yang menyertai produk
tersebut. Nilai total antara lain nilai dari produk, jasa, personil pemasar,
biaya waktu, biaya energi yang dikeluarkan, biaya psikis. Setelah pemberian
nialai, konsumen akan mengevaluasi dan hasil evaluasi ini akan mempengaruhi
kepuasan dan peluang untuk membeli ulang produk tersebut.
KEPUASAN
PELANGGAN
Kepuasan pelanggan tergangtung pada
anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai relative terhadap harapan
pembeli. Bila kinerja atau prestasi sesuai atau bahkan melebihi harapa,
pembelinya merasa puas. Perusahaan yang cerdik mempunyai tujuan membuat gembira
pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang dapat merekaserahkan, kemudian
menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan.
MUTU
Kepuasan pelanggan berkaitan erat
dengan mutu, yang saat ini ada istilah Total Quality Management (TQM) yaitu
program yang dirancang untuk memperbaiki mutu produk, jasa dan proses pemasaran
secara terus menerus. TQM memiliki komitmen antara lain :
·
focus terhadap pelanggan
·
memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
·
menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
·
memiliki komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki
proses
·
memperb menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan
HUBUNGAN
Proses menciptakan, memelihara, dan
meningkatkan hubungan erat yang semakin bernilai dengan pelanggan dan
pihak-pihak yang berkepentingan yang lain dengan kata lain hubungan adalah
praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak
pelanggan, pemasok (supplier), penyalur (distributor), guna mempertahankan
bisnis jangka panjang mereka. Agar hubungan dapat tercipta dalam jangka panjang
antara lain:
·
saling mempercayai, saling menguntungkan
·
menjanjikan dan memberikan kualitas yang tinggi, pelayanan yang baik, harga
yang pantas antar pihak
·
menghasilkan ikatan ekonomi, teknik dan sosial yang kuat antar pihak yang
berkepentingan
·
menekan biaya transaksi dan waktu pencarian pelanggan
JARINGAN
Jeringan terdiri dari perusahaan dan
semua pihak-pihak pendukung ; pelanggan, supliré, distributor, pengecer, agen
iklan, ilmuwan dan pihak lain yang bersama-sama dengan firm telah membangun hubungan
bisnis yang saling menguntungkan.
PASAR
Pasar terdiri dari semua pelanggan
potencial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang sama, yang
mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan
dan keinginan itu.
PEMASAR
DAN CALON PEMBELI
Seseorang yang mencari satu atau lebih
calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran tersebut. Calon pembeli
adalah seseorang yang diidentifikasikan oleh pemasar sebagai orang yang mungkin
bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran tersebut.
Jadi
konsep inti pemasaran adalah :
·
proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran
·
penetapan harga, promosi
·
penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan
tujuan-tujuan individu dan organisasi.
MANAJEMEN
PEMASARAN
Ada falsafah yang sebaiknya digunakan
sebagai pedoman usaha pemasaran ini untuk mencapai pertukaran yang didambakan
dengan pasar sasaran. Pemberian bobot yang harus diberikan pada organisasi,
pelanggan dan masyarakat yang berkepentingan seringkali saling bertentangan.
Sehingga perlu ada landasan dari aktifitas pemasaran organisasi tersebut. Dalam
Kottler (1997), landasan ini dikelompokkan dalam lima konsep alternative antara
lain:
1.KONSEP
PRODUKSI
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai
produk yang tersedia dan harganya terjangkau serta manajemen harus berusaha
keras untuk memperbaiki produksi dan efesiensi distribusi. Konsep ini adalah
falsafah paling tua digunakan dalam penjualan. Konsep ini masih berlaku dan bermanfaat
pada dua situasi, yaitu situasi pertama, bila permintaan akan produk lebih
besar dari penawannya ; situasi kedua, terjadi kalau biaya produk terlalu
tinggi dan perbaikan produktifitas diperlukan untuk menurunkannya. Akan tetapi,
perusahaan yang bekerja dengan falsafah ini menghadapi resiko tinggi dengan
focus terlalu sempit pada operasinya sendiri. Bila perusahaan berusaha
menurunkan harga, yang pasti dilupakan adalah kualitas, padahal yang di
inginkan konsumen adalah harga rendah dengan barang yang menarik.
2.KONSEP
PRODUK
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai
produk bermutu terbaik dan sifat paling inovatif dan bahwa organisasi harus
mencurahkan energi untuk terus menerus melakukan perbaikan produk.
3.KONSEP
PENJUALAN
Falsafah bahwa konsumen tidak akan
membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup kecuali organisasi mengadakan
usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep ini biasanya dilakukan pada
barang yang tidak dicari, yaitu barang yang mungkin tidak terpikirkan untuk
dibeli oleh konsumen, contoh : ensiklopedia, asuransi,dll. Industri ini harus
mahir dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada konsumen.
Tujuannya adalah menjual yang perusahaan buat, bukan produk apa yang dibutuhkan
masyarakat konsumen.
4. KONSEP
PEMASARAN
Falsafah manajemen pemasaran ini
berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran organisasi tergantung pada penentuan
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian kepuasan didambakan itu
lebih efektif dan efisien daripada pesaing. Kemungkinan konsep ini
membingungkan bila dibandingkan dengan konsep penjualan. Perbandingan antara
konsep penjualan dengan konsep pemasaran, antara lain :
Titik
awal Fokus Cara Akhir
Keterangan
: pemasaran terpadu terdiri dari kegiatan pemasaran eksternal yaitu pemasaran
yang ditujukan kepada orang-orang di luar perusahaan dan kegiatan internal
merupakan kegiatn mengenai keberhasilan dalam menerima, melatih dan memotivasi
karyawan yang memiliki kemampuan dan ingin melayani pelanggan dengan baik.
Mengapa
konsep pemasaran mulai diberlakukan?
a)
Penjualan mulai turun
b)
Pertumbuhan produk melambat
c)
Pola pembelian yang berubah
d)
Persaingan yang meningkat
e)
Biaya penjualan meningkat. Perusahaan mandapati pengeluaran mereka untuk iklan,
promosi penjualan terasa lepas kendali sehingga manajemen memutuskan untuk
melakukan audit pemasaran untuk menyempurnakan konsep mana yang akan dipakai.
5. KONSEP
PEMASARAN BERWAWASAN SOSIAL
Falsafah
bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar serta
menyerahkan kepuasan yang didambakan itu secara lebih efektif dan efisien
daripada pesaing dengan cara yang bersifat memelihara atau memperbaiki
kesejahteraan konsumen dan masyarakat. Konsep ini mengajak pemasar membangun
pertimbangan sosial dan etika dalam praktek pemasaran mereka. Hal ini agar
dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan 3 faktor yang penting, yaitu : laba
perusahaan, pemuas keinginan konsumen dan kepentingan publik.
BAURAN
PEMASARAN
Pemasaran adalahproses penyusunan
komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang
atau jasa kepada konsumen yang membutuhkan produk baik berupa barang ataupun
jasa.
Pemasaran dimulai dengan pemenuhan
kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia,misalnya
manusia membutuhkan pakaian ndalam kehidupan sehari-hari dan dia harus mampu
memenuhi kebutuhanya sendiri baik dengan cara membeli atupun dengan cara yang
lain.
Dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat di
perlukan bauran pemasaran atau biasa di kenal dengan marketing mix. Bauran
pemasasran yang banyak mdi paparkan adalah 4p, Keempat bauran pemasaran
tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1.
Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk
dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri
dari,barang,merk,bentuk barang pembukusan dan lain-lain.
2.
Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli
produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi potongan harga,biaya
angkut,diskount.
3.
Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk
yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat
meliputi antara lain lokasi,kendaraan,tempat jualan.
4.
Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk
mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel
promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, ,public
relation,purna jual.
Evolusi Faktor Bauran
Pemasaran [ Marketing Mix]
Bauran
pemasaran yang terdiri dari product, price, place, dan promotion (4P) seiring
perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang senantiasa mengalami perkembangan
telah mengalami evolusi dan terus berkembang searah dengan perkembangan
perilaku konsumen dan kecerdasan para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright
(2002:13-15) mengembangkan bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated
service management dengan menggunakan pendekatan 8Ps, yaitu:
product
elements, place, cyberspace, and time, promotion and education, price and other
user outlays,process,productivity,and,quality,people,and,physicalevidence.
Pada
umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan
bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1.Faktor
mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2.Faktor
makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan
sosial/budaya.
Berikut ini adalah hal-hal
yang perlu diperhatikan untuk pemasaran : Dari sudut pandang penjual :
1.Tempat
yang strategis (place),
2.Produk
yang bermutu (product),
3.Harga
yang kompetitif (price), dan
4.Promosi
yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen
:
1.Kebutuhan
dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
2.Biaya
konsumen (cost to the customer),
3.Kenyamanan
(convenience), dan
4.Komunikasi
(comunication).
TUJUAN
PEMASARAN
Adapun
tujuan pemasaran dalam perilaku konsumen, yaitu:
A.
Memberi informasi (promosi)
Promosi adalah upaya untuk
memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik
calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi
produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan.
Tujuan
promosi antara lain:
- Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial;
- Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit;
- Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan;
- Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar;
- Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing;
- Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
Promosi adalah kegiatan
perusahaan mengkomunikasikan produknya. Komunikasi ini bisa dilakukan dengan
cara sales promotion, personal selling, direct selling, public relation dan
advertising. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat komunikasi
terhadap publik adalah pesan yang jelas, konsisten, dan berpengaruuh kuat
terhadap organiasi dan produk serta merknya.
1.
Sales Promotion (Promosi Penjualan)
Promosi penjualan merupakan kegiatan
promosi selain periklanan, personal selling, maupun publisitas.
Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam promosi penjualan antara lain: Peragaan ,
pertunjukan pameran, demontrasi dan sebagainya. Biasanya kegiatan ini dilakukan
bersama-sama dengan kegiatan promosi lain dan biayanya relatif lebih murah
dibandingkan periklanan dan personal selling. Selain itu promosi penjualan juga
lebih fleksibel karena dapat dilakukan setiap saat dengan biaya yang tersedia
dan dimana saja.
2.
Personal Selling
Personal Selling adalah presentasi
personal oleh tenaga penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan. Cara
ini melihatkan interaksi personal antar dua orang atau lebih, membangun
hubungan, dan merupakan alat promosi yang mahal. Proses penjualan yang
professional adalah sebagai berikut : prospecting, preapproach, approach,
presentatioan, dealing with objections, closing the sale, follow up.
Barang-barang yang cocok dijual oleh tenaga penjual adalah barang-barang yang
harganya mahal.
Orang-orang yang mengerjakannya disebut
dengan macam-macam nama: sales person, sales representatif, account executive,
sales engineers, dan agen. Peran sales person yaitu menyelidiki masalah yang
dimiliki konsumen, menentukan dan merekomendasikan produk yang tepat,
menegosiasi ketentuan penjualan, dan membangun hubungan personal jangka
panjang. Ada dua jenis tipe penjual order to take, orang yang menunggu
pelanggan di toko.
Dalam personal selling terjadi
interaksi secara langsung, saling bertemu muka antara pembeli dan penjual.
Komunikasi yang dilakukan kedua belah pihak bersifat individual dan dua arah,
sehingga penjual dapat langsung memperoleh tanggapan sebagai umpan balik
tentang keinginan dan kesukaan pembeli. Penyampaian berita atau percakapan yang
mereka lakukan sangat fleksibel karena dapat menyesuaikan dengan situasi yang
ada.
3.
Direct selling
Direct selling atau penjualan langsung
adalah cara memasarkan produk maupun jasa langsung kepada pelanggan. Langsung,
yaitu secara temu muka. Temu muka ini umumnya berlangsung di rumah pelanggan
atau di rumah teman. Atau, tempat lain di luar lokasi pengecer (Majalah WartaBisnis,
Edisi 30/II/September 2004).
Ada
tiga tipe dasar direct selling, yaitu One on One, Party Plan, dan Multilevel
Marketing (MLM). One on One, dalam sistem ini seorang penjual, yang merupakan
agen/anggota/kontraktor yang mandiri atau lepas, menarik konsumen yang
berpotensi di area khusus berdasarkan pendekatan orang ke orang. Mereka
menawarkan produk, serta mendapat komisi atau basis lain. Pendapatan mereka
dapat juga diperoleh dari selisih harga pembelian ke supplier dan penjualan ke
konsumen. Cara ini sering digunakan oleh para member broker/marketing associate
suatu agen properti (ERA, Lj. Hooker, Coldwell Banker, dll), dan para agen
asuransi (Prudential, Sequis Life, Jiwasraya, dll).
Party Plan, pada metode seorang
penjual, karyawan lepas atau tetap, bertugas mencari atau menjadi tuan rumah
yang mengundang sekelompok orang di rumahnya dalam rangka sales party untuk
mendemonstrasikan produk. Penghasilan si penjual juga atas dasar selisih harga
eceran. Si tuan rumah biasanya diberikan hadiah sebagai tanda terima kasih
sesuai dengan nilai penjualan tertentu. Model ini sering digunakan oleh
distributor peralatan rumah tangga, kosmetika, minuman kesehatan, dan nutrisi
kesehatan. PT. Imawi Benjaya, yang mengusung merek Tupperware dengan produk
kemasan plastik, merupakan salah satu dari perusahaan yang sukses dan cukup
terkenal di kalangan ibu-ibu rumah tangga, di dalam menerapkan metode penjualan
ini.
Multilevel Marketing (MLM) atau System
Networking, adalah penjualan secara bertingkat dari distributor mandiri yang
memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan dalam dua cara. Pertama,
penjualan produk langsung ke konsumen. Kedua, distributor bisa menerima
potongan harga atas dasar jumlah produk/jasa yang dibeli oleh anggota kelompok
bisnis untuk penjualan atau pemakaian, termasuk jumlah penjualan pribadi. Atau
dalam arti lain, MLM atau Network Marketing adalah kegiatan mendistribusikan,
menjual atau menyuplai produk/jasa melalui individu yang ditunjuk sebagai agen
atau distributor. Agen ini dibayar dalam bentuk komisi, diskon, bonus dan
reward lainnya, berdasarkan jumlah penjualan dan kemampuannya merekrut agen.
Perekrut disebut upline, sedangkan yang direkrut disebut downline. Dalam sistem
MLM, upline juga mendapatkan reward dari besarnya penjualan downline yang
berada di bawahnya langsung, dan penjualan downline tidak langsung (yang
levelnya berada dua tingkat atau lebih di bawahnya). Khusus untuk model
pemasaran MLM ini, di Indonesia sendiri mengalami pertumbuhan dan perkembangan
yang sangat dahsyat, serta terbukti menjadi salah satu industri yang turut
menjadi pilar perekonomian yang patut diperhitungkan. Terbukti banyak pemasar
yang sukses di bidang ini memulai dari nol, dan rata-rata mereka berusia di
bawah 40 tahun. Nama-nama MLM seperti Tianshi, CNI, Sophie Martin, Amway,
Forever Young, merupakan beberapa nama yang banyak dikenal oleh masyarakat.
Kekuatan dari sistem direct selling
adalah tradisi kemandiriannya layanan ke konsumen dan komitmen untuk
pertumbuhan kewirausahaan dalam sistem pasar bebas. Sistem direct selling
menawarkan peluang usaha kepada mereka yang mencari alternatif untuk
mendapatkan penghasilan tampa melihat suku, jenis kelamin, tingkat pendidikan,
umur maupun pengalaman. Sistem ini menawarkan peluang untuk mendapatkan
penghasilan dengan bekerja paruh waktu maupun penuh waktu.
Dalam banyak kasus, peluang direct
selling ini berkembang menjadi suatu ‘karir’ yang memuaskan bagi mereka yang
mencapai kesuksesan dan memilih untuk bekerja secara full time.
Metode ini mempunyai kelebihan antara
lain operasinya lebih fleksibel karena penjual dapat mengamati reaksi pelanggan
dan menyesuaikan pendekatannya, usaha yang sia-sia dapat diminimalkan,
pelanggan yang berminat biasanya langsung membeli, dan penjual dapat membina
hubungan jangka panjang dengan pelanggannya. Di dalamnya terkandung praktik
salesmanship, negotiating, dan relationship marketing, yang sangat dibutuhkan
di era persaingan pasar bebas.
Selain itu, keuntungan lain dari sistem
ini yaitu penjual dapat menikmati kebebasan waktu, kebebasan dalam menentukan
keuntungan, memperoleh pelatihan gratis dari perusahaan/sponsor, dan
memperbolehkan orang berbisnis dengan produk atau jasa yang unik dan inovatif,
membawa mereka ke pasar tanpa mengeluarkan biaya iklan dan media massa yang
sangat besar, dan tanpa harus bersaing di toko-toko pengecer.
Di sisi pelanggan, biasanya penjual
akan mendatangi langsung si calon pelanggan, sehingga mereka tidak perlu
repot-repot keluar rumah. Mereka akan mendapatkan penjelasan akan produk
sejelas-jelasnya, dan mereka juga bisa langsung menanyakan ketidakjelasannya
ketika penjual sedang mempresentasikan produk yang dijualnya.
Meskipun demikian, sistem MLM dan
direct selling juga menghadapi masalah-masalah seperti orang yang terganggu
karena penjualan yang agresif, timbulnya citra buruk bagi industri bila ada
salah satu penjual yang menipu pelanggannya, mengganggu pivacy orang lain, dan
kadangkala terjadi pula ada beberapa penjual yang memanfaatkan atau
mengeksploitasi pembeli impulsif atau pembeli yang kurang mengerti teknologi.
Selain itu, terdapat beberapa faktor
lain yang menyebabkan kegagalan MLM dan jenis direct selling lainnya. Manajemen
yang buruk karena kurangnya pengalaman serta komitmen yang diperlukan.
Kurangnya komunikasi secara efektif dengan para distributor, serta kegagalan
memotivasi para distributor. Produk-produk yang dijual mutunya rendah atau
pasarnya terbatas.
4.
Public Relation
Public Relation digunakan untuk
membangun hubungan baik dengan publik untuk mendapatkan publisitas yang
menguntungkan, citra yang baik, dan meluruskan rumor yang kurang baik.
Public Relation raches people who avoid
sales people and advertising, can dramatize a company or product, tends to be
used ads an afterthought, planned use can be effective and economical. Metode
ini tidak hanya iklan tapi juga menjadi memberitahukan visi misi perusahaan.
Medianya adalah humas, sponsorship, dan pidato.
Personality symbol adalah imej orang
yang digunakan untuk menggambarkan imej perusahaan. Namun, imej orang tersebut
tidak menggantikan imej perusahaan maupun produknya. Orang yang imejnya
digunakan untuk promosi macam ini disebut endorser.
5.
Advertising
Periklanan adalah segala bentuk
penyajian dan promosi bukan pribadi menenai gagasan, barang, atau jasa yang
dibayar oleh sponsor tertentu. Periklanan merupakan salah satu dari empat alat
penting yang digunakan suatu perusahaan untuk melancarkan komunikasi persuasif
terhadap pembeli dan masyarakat. Komunikasi persuasif ini ditujukan untuk
menciptakan pertukaran yang memuaskan. Tujuan periklanan yang terutama adalah
menjual atau meningkatkan penjualan barang, jasa atau ide. Adanya kegiatan
periklanan sering mengakibatkan terjadinya penjualan dengan segera, meskipun
banyak pula penjualan yang baru terjadi pada waktu mendatang. Dengan demikian
secara umum dapat dikatakan tujuan periklanan adalah untuk meningkatkan
penjualan yang menguntungkan.
Jumlah konsumen yang hendak dijangkau,
berapa kali iklan akan tayang, dan bagaimana dampaknya terhadap konsumen adalah
beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum mengambil keputusan tentang
media apa yang akan dipilih. Tiap media memiliki kemampuan yang berbeda dalam
mempengaruhi dan menjangkau konsumen baik dari segi jumlah maupun
karakteristik. Media-media tersebut yaitu koran, tv, surat langsung, radio,
iklan di luar ruangan seperti spanduk/baligho, majalah, dan internet. Langkah
selanjutnya adalah menentukan tempat media secara spesifik. Contoh sederhana
jika perusahaan menjual berlian, perusahaan tersebut tentu akan menggunakan majalah
untuk kalangan atas, yang tampak dari harganya, bukannya majalah remaja.
B.
Menciptakan Pembelian
Untuk menciptakan pembelian produsen
dapat melakukan Empat Prinsip Merayu untuk mendorong penjualan:
·
Pastikan Anda membangun persepsi yang kuat terhadap produk Anda, artinya
letakkan produk Anda pada satu kata yang dapat membangun motivasi. Sampaikan
dengan singkat, apa keunggulan produk Anda!
·
Berikan mereka pujian bahwa mereka telah menemukan produk yang tepat, yaitu
produk Anda.
·
Bangun imaginasi calon pembeli/prospek, buatlah mereka berimaginasi bagaimana
kualitas hidup mereka setelah menggunakan produk Anda, apa pencapaian yang
dapat mereka raih, bagaimana finansial mereka akan meningkat, bagaimana
kualitas hidup mereka akan berbeda setelah membeli produk Anda. Kemudahan
sangat disukai oleh semua orang.
·
Setiap orang memiliki rasa malas dalam dirinya, ini membuat mereka menginginkan
kemudahan, sampaikan apa kemudahan yang dimiliki produk Anda yang akan membuat
hidup mereka jauh lebih mudah.
Pastikan
Empat Prinsip Merayu di atas digunakan dalam setiap penawaran Anda,
prinsip-prinsip tersebut sangat mendasar maka penjualan akan tercipta.
C.
Menciptakan Pembelian Ulang
Jika
konsumen puas dengan barang atau jasa yang ditawarkan maka akan tercipta
pembelian ulang yang akan menjadikan konsumen sebagai pelanggan setia.
D.
Menciptakan Tenaga Kerja Tidak Langsung
Dalam
memasarkan barang atau jasa secara tidak langsung pun akan tercipta tenaga
kerja.
E.
Menciptakan Produk Megabrand
Produk
yang sudah memiliki pelanggan setia akan menciptakan megabrand sehingga tidak
mungkin produk tidak dilirik oleh konsumen.
PENDEKATAN
PEMASARAN
a)
Falsafah Pengurusan Pemasaran
- Pendekatan pengeluaran:syarikat mmberikan keutamaan kepada pengeluaran barang sebanyak yang mungkin untuk memenuhi permintaan pengguna
- Pendekatan penjualan:syarikat akan membentuk iklan yang kreatif & membuat jualan peribadi untuk meyakinkan konsumer untuk mmbeli sesuatu produk
- Pendekatan pemasaran moden:syarikat akan mengenalpasti & memuaskan kehendak pengguna
b)
Pendekatan Strategik
- Langkah-langkah dalam pendekatan strategik:
- mendefinisikan misi syarikat sebenar penyataan tentang tujuan syarikat di butuhkan.
- membentuk objektif/matlamat syarikat sesuatu yang ingin di capai oleh syarikat berdasarkan misi.
- menganalisis jenis portfolio perniagaan yang sedang di jalankan pihak pengurusan perlu menilai semula jenis-jenis prniagaan yang di jalankan oleh syarikat
Proses Pemasaran :
-menganalisis
peluang-peluang pemasaran
-memilih
sasaran pasaran
-membentuk
campuran pemasaran
-mengurus
usaha-usaha pemasaran
Merujuk
kepada proses yang dilalui oleh pengguna dalam membuat keputusan belian
serta mggunakan & melupuskan barangan yang dibeli.
sumber
: http://malikmakassar.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Di Larang Keras Berkomentar yang Tidak Baik.