KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Kami panjatkan kehadiran Tuhan
karena atas rahmat dan karunia-Nya
Kami dapat menyelesaikan pembuatan Makalah ini. Makalah
ini dibuat untuk memenuhi tugas
mata kuliah Pengantar Ekonomi 1.
Pembuatan Makalah ini dibuat sesuai
berdasarkan dari data di media internet.
Oleh karena itu, Kami mengucapkan terima kasih kepada
semua sumber yang telah membantu
menyelesaikan Makalah ini.
Ucapan terima kasih ini Kami sampaikan kepada yang
terhormat :
1. Bapak Darmadi SE, MM. Selaku
Dosen mata kuliah Pengantar Ekonomi 1.
2. dan
Seluruh teman-teman yang senantiasa melakukan kerjasama yang baik serta member i
hiburan
dikala sedang menghadapi kepenatan.
Kami
menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, karena itu kami
berharap kepada semua pihak untuk memahami
kekurangan dari makalah kami ini.
Akhir
kata semoga Makalah ini dapat member manfaat kepada kami dan bagi para
pembaca lainnya.
DAFTAR ISI
Kata
pengantar……………………………………………………
Daftar
Isi…………………………………………………….........
A.
Pengertian Pasar Oligopoly…………………………………...
B.
Ciri-ciri Pasar Oligopoly………………………………………
C.
Perilaku Oligopoly…………………………………………….
D.
Kelebihan dan kekurangan pasar
oligopoly………………….
E. Jenis-jenis Pasar Oligopoly…………………………………...
F. Contoh Pasar Oligopoly…………………………………….....
G. Kesimpulan……………………………………………………………………….....
A. Pengertian
Pasar Oligopoly
Istilah
oligopoly berarti beberapa penjual. Beberapa penjual dalam konteks ini,
maksudnya di mana penawaran satu jenis barang di kuasai oleh beberapa
perusahaan, beberapa dapat berarti paling sedikit 2 dan paling banyak 10 atau 15
perusahaan. Pasar oligopoly merupakan suatu struktur pasar dimana hanya
terdapat beberapa produsen yang menghasilkan barang-barang yang bersaing. Jika
pasar oligopoly terdiri dari dua perusahaan saja maka dinamakan duopoly. Dalam
oligopoly, setiap perusahaan memposisikan dirinya sendiri sebagai bagian yang
terikat dengan permainan pasar, dimana keuntungan yang mereka dapatkan
tergantung pada tindak-tanduk persaing mereka. Sehingga semua usaha promosi,
iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dapat di lakukan
dengan tujuaan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Prakteg
oligopoly umumnya di lakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan
perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga
perusahaan-perusahaan melakukan oligopoly sebagai salah satu usaha untuk
menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual
terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang
melakukan praktek oligopoly menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoly umumnya
terbentuk pada industry-industry yang memiliki capital intensive yang tinggi,
seperti, industry semen, industry mobil, dan industry kertas.
Dalam
Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori
perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan
reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan
kartel (kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk
membatasi suplai dan kompetisi), sehingga ketentuan yang mengatur mengenai
oligopoli ini sebagiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.
Seperti
industri transportasi udara, Telkom mewarisi struktur pasar monopoli-ologopoli.
Kedua industri ini sangat padat modal, sehingga di masa lalu negara mengambil
inisiatif dengan memprakarsai lebih dulu melalui pembentukan BUMN. Tetapi
lambat laun swasta mulai masuk
ke dalam pasar tersebut sehingga semakin banyak pesaing-pesaing baru yang terlibat.
ke dalam pasar tersebut sehingga semakin banyak pesaing-pesaing baru yang terlibat.
Industri
transportasi udara telah berhasil melakukan transformasi dari pasar monopoli
menjadi pasar yang bersaing dengan tekanan pasar yang memaksa terjadinya
efisiensi. Akhirnya, konsumen memperoleh manfaat yang besar karena biaya
transportasi udara se-makin murah.
Tetapi
industri telekomunikasi belum berhasil melakukan transformasi seperti itu.
Dominasi Telkom di dalam pasar telekomunikasi ini masih sangat dominan sehingga
mekanisme persainganyang sehat masih belum sepenuhnya terwujud dengan baik.
Struktur
pasar seperti ini masih menjadi kendala bagi efisiensi pelaku di dalamnya dan
masih belum berhasil menurunkan tarif telepon sampai setara dengan
negara-negara lainnya.
Sebagai contoh, ketika kita berada di AS, Australia, atau Eropa dan iseng menelepon ke Jakarta, maka carilah kartu telepon internasional.
Sebagai contoh, ketika kita berada di AS, Australia, atau Eropa dan iseng menelepon ke Jakarta, maka carilah kartu telepon internasional.
Kita dapat
menelepon ke Jakarta sampai kuping panas dengan tarif sangat murah, hanya
beberapa dolar saja. Ini terjadi karena pasar dibukadan ditransformasikan
menjadi pasar yang lebih bersaing dengan banyak pelaku-pelaku pasar di
dalamnya.
Telkom
dalam waktu cepat atau lambat akan menghadapi tekanan dari publik, konsumen,
media, dan parlemen untuk masuk ke dalam pasar yang lebih bersaing secara
sehat. Pasar telekomunikasi selular masih bersifat oligopolis dengan tarif yang
sangat mahal.
Tetapi
lambat laun produk-produk teknologi baru dalam bidang komunikasi ternyata
memberi tekanan pada persaingan yang lebih dan semakin terbuka luas. Produk
Flexi, Esia dan sejenisnya mulai memberi tekanan pada pasar seluler sehingga
banyak item biaya dikurangi.
Pulsa
untuk Internet yang mahal mulai mendapat tekanan yang kuat dari produk GPRS,
yang memberikan tarif cukup murah untuk pemakai internet. Jadi, dengan
teknologi dan informasi yang semakin terbuka, konsumendan masyarakat luas akan
semakin mendapat akses yang lebih banyakpada pasar telekomunikasi. Pada
gilirannya, harga pulsa telepon akan lebih murah.
B. Ciri-ciri
Pasar Oligopoly
Adapun ciri-ciri pasar oligopoly
adalah sebagai berikut :
Pasar
oligopoly hanya terdiri atas sekelompok kecil perusahaan. Dalam pasar oligopoly
terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menguasai penjualan dan di samping
itu pula terdapat beberapa perusahaan kecil. Para perusahaan raksasa tersebut
saling memengaruhi satu sama lain. Sifat ini menyebabkan setiap perusaan harus
mengambil keputusan dengan hati-hati dalam mengubah harga, bentuk barang, corak
produksi dan sebagainya. Sifat saling memengaruhi (mutual interpendence)
ini merupakan sifat khusus dari pasar oligopoli.
Barang yang diproduksi adalah barang
yang standar atau barang yang berbeda corak atau bisa bersifat homogen, dan
bisa juga berbeda, namun memenuhi standar tertentu
Barang
yang diproduksi pada pasar ini ada kalanya merupakan barang yang standar misalnya
pada industry penghasil barang mentah (baja dan aluminium) dan industry bahan
baku (semen dan bahan bangunan). Selain itu pada pasar oligopoly juga
memproduksi barang yang berbeda corak. Barang yang diproduksi adalah barang
akhir seperti industry mobil, industry rokok, industry pesawat terbang, dan
lain-lain.
Terdapat banyak pembeli di pasar
Seperti pasar persaingan sempurna,
jumlah pembeli di pasar oligopoli sangat banyak.
Barang yang diproduksi adalah barang
yang standar atau barang yang berbeda corak atau bisa bersifat homogen, dan
bisa juga berbeda, namun memenuhi standar tertentu
Tanpa
adanya kerja sama di antara perusahaan-perusahan dalam pasar ini, maka
kekuasaan menentukan harga menjadi lemah. Hal ini terlihat jika salah satu
perusahaan dalam pasar ini menurunkan harga, maka dalam waktu yang singkat akan
mampu menarik pembeli. Perusahaan lain yang kehilangan pembeli akan melakukan
hal sama dengan menurunkan harga lebih besar, sehinggan perusahaan yang pertama
kali menurunkan harga akan kehilangan pelanggan.
Tetapi
jika perusahaan-perusahaan dalam pasar ini melakukan kerja sama dengan
menentukan harga, maka harga akan di stabilkan pada tingkat harga yang mereka
kehendaki. Sehingga kekuasaan mereka dalam menentukan harga sangat kuat. Adanya
kerja sama antarprodusen akan memperkuat posisi mereka sehingga mereka
mempunyai kemampuan untuk menentukan tingkat harga, misalnya dengan membuat
perjanjian harga untuk produk-produk tertentu.
Hambatan untuk masuk dalam industri
cukup tangguh
Ada
hambatan yang cukup kuat jika perusahaan baru akan masuk dalam pasar oligopoly.
Tetapi tidak menutup kemungkinan perusahaan lain untuk masuk dalam pasar ini.
Meskipun demikian, hambatan ini tidak sekuat pada pasar monopoli. Adapun
faktor-faktor penghambat tersebut adalah sebagai berikut :
-
Hak paten yang tidak memungkinkan perusahaan lain memproduksi barang yang sama.
-
Modal yang di butuhkan terlalu besar, para pengusaha enggan untuk menanggung
risiko yang besar.
-
Perusahaan lama telah terkenal sehingga sulit untuk tersaingi sehingga
menimbulkan risiko yang besar bagi perusahaan baru.
Melakukan promosi dengan iklan atau
penggunaan iklan sangat intensif
Iklan
adalah salah satu senjata ampuh bagi perusahaan-perusahaan oligopoli untuk
bersaing dengan perusahaan lain, karena iklan sangat berpengaruh dalam tingkah
laku dan perubahan selera konsumen. Perusahaan oligopoly memiliki produk yang
berbeda corak sehingga di perlukan promosi secara iklan. Setiap perusahaan
sangat memperhatikan berbagai perubahan dan kebijakan baru yang di lakukan oleh
pesaingnya, perusahaan juga harus memikirkan bagaimana tindakannya mempengaruhi
keputusan pesaingnya, dan perusahaan harus memikirkan bagaimana pesaingnya akan
bereaksi. Tujuan perusaan mengiklankan produknya adalah untuk menarik pembeli
baru dan mempertahankan pembeli lama. Sedangkan perusahaan oligopoly yang
menghasilkan barang standar hanya memerlukan iklan sedikit sebab hanya
bertujuan untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
Hanya ada beberapa penjual
Penawaran satu jenis barang hanya di
kuasai oleh beberapa perusahaan.
C. Perilaku Oligopoly
Perilaku
oligopoli tidak dapat digambarkan secara menyeluruh dan umum, tetapi merupakan
teori-teori khusus yang menggambarkan perilaku untuk mencapai tujuannya
(kinerja industri). Kesulitan pertama karena adanya indeterminate, yakni tidak
ada titik keseimbangan yang deterministik. Beberapa teori yang diuraikan tadi
adalah sekadar ilustrasi bagaimana berbagai teori itu disusun dan dirumuskan
dengan asumsi-asumsinya masing-masing. Setiap pengritik, akan melihat bahwa
kelemahan-kelemahan teori itu terletak pada asumsi-asumsinya. Para ahli
organisasi industri bertolak dari struktur telah mencoba melakukan kajian
tentang perilaku industri oligopoli yang kolusif, yakni model pimpinan harga.
Hal ini pun masih dibagi lagi atas tiga tipe, yakni tipe yang mempunyai biaya
rendah, perusahaan yang dominan, dan barometrik. Teori ini menganggap bahwa
perusahaan yang berskala besar mengetahui seluruh biaya perusahaan dan
permintaan pasar. Semakin rendah tingkat harga semakin besar bagian kebutuhan
pasar yang dapat dipasok oleh perusahaan yang berskala besar.
Selanjutnya,
Bain telah menyusun teori harga-batas, yakni suatu industri akan melakukan rintangan
masuk melalui permainan tingkat harga. Jika harga diturunkan, produksi
meningkat dan pendatang baru akan tidak jadi masuk industri, tetapi pada suatu
waktu industri ini dapat mengurangi produksi dan memperoleh laba abnormal dan
hail ini menarik untuk entry. Kalau akan ada entry, mereka gunakan entry-gap.
Teori-teori marjinal mendapat kritik, terutama dari Hall dan Hitch. Atas
penelitian yang dilakukannya maka perusahaan tidak menggunakan analisis biaya
marjinal dan hasil marjinal, tetapi menentukan biaya rata-rata. Dengan biaya
rata-rata ini berkembang pula teori mark-up, yakni biaya variabel rata-rata
ditambah dengan persentase tertentu untuk keuntungan. Keuntungan ini dapat
bersifat bruto maupun neto.
D. Kelebihan
dan kekurangan pasar OAAligopoly
Kelebihan pasar oligopoly adalah
mendorong perkembangan teknologi dan inovasi
Struktur
pasar ini yang paling memberikan dorongan terbesar dalam mengembangkan
teknologi dan inovasi. Hal ini dikarenakan perusahaan mendapat untung yang
lebih dari normal dan menekankan persaingan dimana sangat membahayakan
kedudukan perusahaan dalam industry. Keuntungan yang lebih di sebabkan
perusahaan baru sulit untuk memasuki pasar ini. Sehingga keuntungan lebih
normal dalam berlangsung dalam jangka panjang dan perusahaan memiliki dana yang
cukup untuk kepentingan melakukan riset dalam mengembangkan teknologi serta
melakukan inovasi. Selain itu melakukan pengembangan teknologi dan melakukan
persaingan dalam pasar ini, sebab perusahaan tidak mungkin melakukan persaingan
dalam harga. Terdapat sedikit penjual karena dibutuhkan biaya investasi yang
besar, jumlah penjual yang sedikit membuat penjual dapat mengendalikan harga
dalam tingkat tertentu, dan bila terjadi perang harga, konsumen akan
diuntungkan serta, Adanya efisiensi dalam menjalankan kegiatan produksi, dan
Persaingan di antara perusahaan akan memberikan keuntungan bagi konsumen dalam
hal harga dan kualitas barang.
Kekurangan adalah tidak adanya
efisiensi dalam menggunakan sumber-sumber daya
Efisiensi
penggunaan sumber daya akan tercapai apabila ongkos marjinal sama dengan harga.
Pada umumnya keadaan ini tidak di capaipada pasar oligopoly. Tetapi jika di
pandang dari sudut skala ekonomis yang mungkin di peroleh, terdapat kemungkinan
bahwa perusahaan oligopoly akan memproduksi barang dengan ongkos yang lebih
rendah daripada perusahaan yang ada dalam persaingan sempurna. Terdapat
rintangan yang kuat untuk dapat masuk ke pasar oligopoly, akan terjadi perang
harga, dan produsen dapat melakukan kerjasama (kartel) yang pada akhirnya akan
merugikan konsumen. Selain itu juga dibutuhkan investasi
dan modal yang besar untuk memasuki pasar, karena adanya skala ekonomis yang
telah diciptakan perusahaan sehingga sulit bagi pesaing baru untuk masuk ke
dalam pasar, apabila terdapat perusahaan yang memiliki hak
paten atas sebuah produk, maka tidak memungkinkan bagi perusahaan
lain untuk memproduksi barang sejenis, perusahaan yang telah memiliki pelanggan
setia akan menyulitkan perusahaan lain untuk menyainginya, adanya hambatan
jangka panjang seperti pemberian hak waralaba
oleh pemerintah sehingga perusahaan lain tidak bisa memasuki pasar, adanya
kemungkinan terjadinya kolusi antara perusahaan di pasar yang dapat membentuk monopoli
atau kartel yang merugikan masyarakat.
Kartel adalah kelompok produsen
independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan
kompetisi.
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang
berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan
akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu
harapan mendapatkan keuntungan dimasa
depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada
Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu
tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan
persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. (UU 14 tahun 2001, ps.
1, ay. 1)
Waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak
memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan
intelektual.
Guna menghindari dampak buruk yang
mungkin ditimbulkan oleh pasar oligopoli, maka pemerintah dapat membuat
kebijakan sebagai berikut :
- Memberikan aturan kemudahan bagi perusahaan baru untuk
masuk ke dalam pasar dan ikut menciptakan persaingan, seperti masuknya
Petronas dan Shell
- Memberlakukan undang-undang anti kerjasama antar
produsen, yaitu dengan diberlakukannya UU anti monopoli No. 5 Tahun 1999
Untuk
mengawasi persaingan usaha di Indonesia, pemerintah telah membentuk satu badan
independen yaitu Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang disingkat dengan KPPU.
Dengan adanya KPPU diharapkan dampak negatif dari oligopoli dapat dihindari.
Masuknya
Petronas dan Shell membuat praktek monopoli penjualan BBM di Indonesia
berakhir. Pertamina kini memiliki pesaing, untuk mempertahankan pasarnya
Pertamina harus dapat meningkatkan daya saing dengan melakukan inovasi, efiensi
dan efektivitas dalam kegiatan usahanya.
E. Jenis-jenis Pasar Oligopoly
Berdasarkan produk yang
diperdagangkan, pasar oligopoli dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
- Pasar oligopoli murni (pure oligopoly)
Ini merupakan praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan merupakan barang yang bersifat identik, misalnya praktek oligopoli pada produk air mineral dalam kemasan atau semen. - Pasar oligopoli dengan pembedaan (differentiated
oligopoly)
Pasar ini merupakan suatu bentuk praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan dapat dibedakan, misalnya pasar sepeda motor di Indonesia yang dikuasai oleh beberapa merek terkenal seperti Honda, Yamaha dan Suzuki
Produk-produk air mineral dalam
kemasan merupakan salah satu contoh bentuk praktek pasar oligopoli murni, sebab
produk yang ditawarkan merupakan barang yang bersifat identik.
F. Contoh Pasar Oligopoly
Strategi
yang di tempuh perusahaan dalam pasar oligopoly adalah dengan membuat dan
mencantumkan merek tertentu yang dapat memikat hati konsumen. Jika para
konsumen telah terikat dan suka terhadap produk dalam pasar ini, maka konsumen
akan tetap setia untuk membeli walaupun model produk diganti.
Contoh pasar oligopoly terlihat pada
pasar produk elektronik dan obat-obatan. Coba kalian membeli barang elektronik
yang mereknya sama. Saat sakitpun kita cenderung memakai obat yang sama
mereknya. Contoh pasar oligopoly dalam perekonomian Amerika Serikat khususnya
dalam sector-sektor manufaktur, transportasi dan komunikasi. di sana menjual
banyak model mobil dan perusahaan pembuat mobil hanya beberapa saja. Hal yang
sama terjadi dalam pasar untuk alat-alat rumah tangga, toko-toko di penuhi
banyak model lemari es dan mesin cuci piring, semuanya di buat oleh segelintir
perusahaan.
Di Indonesia pasar oligopoli dapat
dengan mudah kita jumpai, misalnya pada pasar semen, pasar layanan operator
selular, pasar otomotif serta pasar yang bergerak dalam industri berat.
Produk layanan dari operator selular
GSM dan CDMA di Indonesia, dapat dikelompokkan ke dalam pasar oligopoli.
G. Kesimpulan
Pasar oligopoly merupakan suatu struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa produsen yang menghasilkan barang-barang yang bersaing.
Ciri-ciri pasar oligopoly adalah barang yang
diproduksi adalah barang yang standar atau barang yang berbeda corak atau bisa
bersifat homogen, dan bisa juga berbeda, namun memenuhi standar tertentu,
terdapat banyak pembeli di pasar, barang yang diproduksi adalah barang yang
standar atau barang yang berbeda corak atau bisa bersifat homogen, dan bisa
juga berbeda, namun memenuhi standar tertentu, hambatan untuk masuk dalam
industri cukup tangguh, melakukan promosi dengan iklan atau penggunaan iklan
sangat intensif, dan hanya ada beberapa penjual.
Kelebihan dan kekurangan pasar oligopoly adalah
adanya efisiensi dalam menjalankan kegiatan produksi, dan Persaingan di antara
perusahaan akan memberikan keuntungan bagi konsumen dalam hal harga dan
kualitas barang. dibutuhkan investasi
dan modal yang besar untuk memasuki pasar, karena adanya skala ekonomis yang
telah diciptakan perusahaan sehingga sulit bagi pesaing baru untuk masuk ke
dalam pasar, apabila terdapat perusahaan yang memiliki hak
paten atas sebuah produk, maka tidak memungkinkan bagi perusahaan
lain untuk memproduksi barang sejenis, perusahaan yang telah memiliki pelanggan
setia akan menyulitkan perusahaan lain untuk menyainginya, adanya hambatan
jangka panjang seperti pemberian hak waralaba
oleh pemerintah sehingga perusahaan lain tidak bisa memasuki pasar, adanya
kemungkinan terjadinya kolusi antara perusahaan di pasar yang dapat membentuk monopoli
atau kartel yang merugikan masyarakat.
Jenis pasar oligopoly di bagi menjadi 2 yaitu pasar
oligopoli murni (pure oligopoly) dan pasar oligopoli dengan pembedaan
(differentiated oligopoly) dengan contoh-contoh produknya.
Di Indonesia pasar oligopoli dapat dengan mudah kita jumpai, misalnya pada pasar semen, pasar layanan operator selular, pasar otomotif serta pasar yang bergerak dalam industri berat. Dan Produk layanan dari operator selular GSM dan CDMA di Indonesia, dapat dikelompokkan ke dalam pasar oligopoli.
Di Indonesia pasar oligopoli dapat dengan mudah kita jumpai, misalnya pada pasar semen, pasar layanan operator selular, pasar otomotif serta pasar yang bergerak dalam industri berat. Dan Produk layanan dari operator selular GSM dan CDMA di Indonesia, dapat dikelompokkan ke dalam pasar oligopoli.
Referensi : http://shelvievi.wordpress.com/2010/08/04/makalah-%E2%80%9Cberbagai-bentuk-pasar-barang-pasar-oligopoly-kelas-x-%E2%80%9D/ 12.42,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Di Larang Keras Berkomentar yang Tidak Baik.