Minggu, 30 Oktober 2011

Pengantar Bisnis Bab I

Bab I
Ruang Lingkup Bisnis

Pengertian Bisnis
Menurut Mahmud Machfoedz bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi barang atau menjual jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu.

Jenis-jenis Bisnis
  1. Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh. Contohnya : hanya ada satu perusahaan yang menangani kereta api di Indonesia yaitu, PT.KAI
  2. Monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasardi mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".
  3. Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap
  4. Oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
  5. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
  6. Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
  7. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
  8. Oligopsoni, adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.
Tujuan Bisnis
Setiap Bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen produk dapat berupa barang atau jasa. Tujuan perusahaan membuat produk adalah untuk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen.

•    Brown dan Petrello (1976) : “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”. Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
•    Steinford ( 1979) : “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.
•    Griffin dan ebert (1996) : “Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit”. Sejalan dengan definisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.
•    Hughes dan Kapoor : “Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry”. Maksudnya Bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.
•    Allan Afuah (2004) : “Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sember daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.
•    Glos, Steade dan Lowry (1996) : Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.
•    Musselman dan Jackson (1992) : Suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.

Sistem perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Perekonomian terencana
Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara,Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.

Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Perekonomian pasar campuran
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

Menggali diri
Kunci untuk mengidentifikasi jiwa pengusaha adalah dengan cara melihat karakter seseorang, khususnya pada hal-hal yang menjadi kebiasaan, alami dan dilakukan dengan baik. Setiap dari kita, memiliki susunan karakter tertentu yang menjadikan kita, apa adanya. Kami menggunakan kata Tema Karakter untuk menggambarkan unsur-unsur yang membentuk susunan karakter. MengetahuiTema Karakter Seseorang adalah permulaan. Tema Karakter adalah inti, seperti pusat bola salju yang mengumpulkan lebih banyak salju ketika menggelinding menuruni bukit. Ia mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman dalam prosesnya. Tema Karakter membentuk pengetahuan dan pengalaman dalam satu wilayah yang berhubungan. Bila seseorang dengan kreativitas sebagai tema karakter yang dominan, akan memiliki kemampuan lebih untuk mengatasi situasi yang membutuhkan adaptasi dan perubahan dibandingkan dengan yang memiliki tema karakter dengan kreativitas yang lebih rendah. Pengalaman Hidup dapat mengembangkan dan memperkuat tema karakter, tetapi dapat juga menguranginya. Pendidikan dan latihan juga memberikan bentuk dan ukuran bola salju, pentingnya mengetahui tema karakter kita tidak dapat diremehkan sebaliknya semakin cepat kita mengetahuinya akan lebih baik. Wirausahawan memiliki enam tema karakter utama yang membentuk akronim:
F (Focus) untuk fokus,
A (Advantage) untuk keuntungan,
C (Creativity) untuk kreativitas,
E (Ego) untuk ego,
T (Team) untuk tim,
S (Social) untuk sosial.

Memulai usaha
 Ada empat subkategori menjadi wirausahawan:
a.    Penemu, mendefinisikan konsep, unik, baru, penemuan atau metodologi
b.    Inovator, menerapkan sebuah teknologi baru atau metodologi untuk memecahkan masalah baru.
c.    Marketer, mengidentifikasi kebutuhan di pasar dan memenuhinya dengan produk baru atau produk 
       substitusi yang lebih efisien.
d.    Oportunis, pada dasarnya sebuah broker, pialang, yang menyesuaikan antara kebutuhan dengan jasa
       diberikan dan komisi.

Kemampuan yang Diperlukan
Keterampilan yang dibutuhkan oleh para pengusaha dapat dikelompokkan menjadi tiga area utama: keterampilan teknis seperti menulis, mendengarkan, presentasi lisan, pengorganisasian, pembinaan, bekerja dalam tim, dan teknis tahu-bagaimana(know-how), keterampilan manajemen usaha termasuk hal-hal dalam memulai , mengembangkan, dan mengelola perusahaan. Keterampilan dalam membuat keputusan, pemasaran, manajemen, pembiayaan, akuntansi, produksi, kontrol, dan negosiasi juga sangat penting dalam membangun dan mengembangkan usaha baru. Keterampilan terakhir melibatkan keterampilan kewirausahaan. Beberapa keterampilan ini, membedakan pengusaha dari manajer termasuk disiplin, pengambil risiko, inovatif, teguh, kepemimpinan visioner, dan yang berorientasi perubahan.

Kesalahan umum dan solusi
Berikut adalah sepuluh kesalahan umum yang sering dilakukan oleh wirausahawan, saat awal menjalankan bisnisnya:
1.    Kesalahan dalam Mengelola
2.    Kurangnya Pengalaman
       Manajer bisnis kecil perlu memiliki pengalaman jika mereka ingin mengembangkan usahanya.
3.    Kontrol Keuangan Kurang
       Bisnis yang sukses membutuhkan kontrol keuangan yang tepat.
4.    Upaya Pemasaran yang Lemah,
       Membangun konsumen untuk bertambah secara berkesinambungan membutuhkan usaha, pemasaran
       secara terus-menerus dan kreatif.
       Slogan, pelanggan secara otomatis akan datang, hampir tidak pernah  terjadi.
5.    Kegagalan untuk Mengembangkan Rencana Strategis.
       Gagal dalam merencanakan, berarti gagal untuk bertahan.
6.    Pertumbuhan Tidak Terkendali
       Pertumbuhan adalah hal yang alami, sehat dan diinginkan oleh setiap perusahaan. Namun, harus 
       direncanakan dan dikendalikan.
       Pakar manajemen Peter Drucker berkata perusahaan-perusahaan baru  lebih baik untuk
       memperkirakan pertumbuhan modal hanya setiap peningkatan penjualan 40 hingga 50 persen.
7.    Lokasi Kurang Strategis
       Memilih lokasi yang tepat adalah sebagian seni dan sebagian ilmu.
       Seringkali, lokasi bisnis dipilih tanpa  penelitian yang benar, investigasi, dan perencanaan.
8.    Kontrol Persediaan yang Barang Buruk
       Pengendalian persediaan barang adalah salah satu tanggung jawab manajerial yang sering terabaikan.
9.    Harga Tidak Tepat
       Menetapkan harga yang tepat sehingga menghasilkan keuntungan yang diperkirakan menuntut pemilik
       bisnis mengerti berapa biaya untuk membuat, memaasarkan dan mendistribusikan barang dan jasa.
10.  Ketidakmampuan dalam Membuat Transisi Entreprenurial
       Setelah memulai,akan terjadi pertumbuhan, biasanya membutuhkan gaya manajemen yang sangat
       berbeda.
       Pertumbuhan mengharuskan wirausahawan untuk mendelegasikan wewenangnya dan tidak menangani
       kegiatan operasional sehari-hari - sesuatu yang tidak bisa dilakukan olehnya.

Berikut adalah solusi untuk mengatasinya:
1.    Mengenal bisnis secara mendalam.
2.    Mengembangkan rencana bisnis yang matang.
3.    Mengelola keuangan.
4.    Memahami laporan keuangan.
5.    Belajar mengelola manusia secara efektif.
6.    Jaga kondisi Anda.

Unsur-unsur penting dalam aktivitas ekonomi
Untuk berlangsungnya aktivitas ekonomi diperlukan 3 unsur, yaitu:
1.    Keinginan Manusia
2.    Sumber-sumber daya
3.    Cara-cara berprodoksi (techniques of production)

Hakikat Bisnis
Memasarkan suatu produk agarkita mendapatkan keuntungan. Produk itu bias berupa barang, bias juga jasa. Di lihat dari jenis pembeliannya, produk dibagi 2 yaitu produk industry (industrial product) dan produk konsumen (consumer product).
Untuk memasarkan produk kita perlu mengetahui bagaimana motivasi konsumen membeli produk, bagaimana tahapan seseorang memutuskan membeli produk dan bagaimana kita melakukan bauran pemasaran (marketing mix) sebagai teknik memasarkan produk.
Untuk menjalakan bisnis kita harus tahu berapa banyak uang yang diterima, berapa yang dibelanjakan, apa saja yang dibeli, dan kapan melakukan berbagai transaksi. Dari cacatan itu, dapat di buat tiga ringkasan keuangan yang dapat menunjukan tiga hal berbeda dalam bisnis yaitu perkiraan arus kas (cashflow), neraca dan cacatan untung rugi.
Jika anda memulai usaha, dan anda yakin bahwa usaha anda akan berjalan baik, segerahlah memulai. Kalau tidak, anda kehilangan momen yang tepat. Untuk meyakinkan perhitungan prospek usaha anda, anda cukup melihat: Potensi pasar, peta persaingan, konsep strategi usaha anda,. Jika anda sudah memiliki strategi yang sudah teruji, segerahlah jalankan.

Mengapa Balajar Bisnis (menurut saya pribadi): mempelajari bisnis berpengaruh besar terhadap masa depan kita karena dalam menghadapi dunia kewirausahaan kita memerlukan kemampuan bisnis untuk memperlancar usaha kita, dan dengan begitu kita bisa memperluas usaha kita.


Sumber: http://sheentazone.blogspot.com/2010/10/pengertian-bisnis-dan-jenisnya.html, http://www.kurniafm.com/2011/06/definisi-dan-pengertian-bisnis.html, http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian, http://id.wikipedia.org/wiki/Wirausahawan#Memulai_usaha, http://books.google.co.id/books?id=MYOovq0jHSsC&pg=PA13&lpg=PA13&dq=Unsur-unsur+penting+dalam+aktivitas+ekonomi&source=bl&ots=8uTeHFw7Mp&sig=DwKgde5tREW7XESNAn3khnW3HWk&hl=id#v=onepage&q=Unsur-unsur%20penting%20dalam%20aktivitas%20ekonomi&f=false, http://books.google.co.id/books?id=TbXgsj6fY-MC&pg=PA101&dq=Hakikat+bisnis&hl=id#v=onepage&q=Hakikat%20bisnis&f=false